Pemerintahan

Kabupaten Bekasi Capai Universal Health Coverage, Pertama di Jabar!

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pemerintah Kabupaten Bekasi berhasil mencapai cakupan kesehatan semesta (universal health coverage). Dari 2.674.000 penduduk, sebanyak 99,49 persen di antaranya kini telah terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional.

Kabupaten Bekasi pun klaim menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang berhasil mencapai persentase lebih dari 95 persen.

“Patut disyukuri, alhamdulillah, Kabupaten Bekasi adalah yang pertama di Jawa Barat yang telah berada di level Universal Health Coverage (UHC) dengan kepesertaan mencapai hampir 100℅ persen, hal ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi seluruh warga,” kata Bupati Eka Supria Atmaja, Selasa (30/6/2020).

Seperti diketahui, UHC merupakan program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial. Sesuai ketentuan, daerah dapat dikatakan telah mencapai UHC jika minimal 95 persen penduduknya telah terdaftar JKN.

Eka mengatakan Pemkab Bekasi terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi warganya. Tidak hanya bagi yang mampu tetapi juga seluruh warga yang masuk dalam kategori tidak mampu. Maka dari itu, mayoritas warga kini telah terdaftar dalam JKN.

“Tidak hanya terdaftar tapi juga terlayani, karena iurannya pun dicover oleh pemerintah daerah. Tinggal ada beberapa lagi yang terus kami upayakan agar tercover,” ucap dia.

Menurut Eka, capaian ini tidak lepas dari komitmen bersama Pemkab Bekasi dengan BPJS Kesehatan Cabang CIkarang. Bahkan, dari kerja sama antara keduanya, mulai 1 Juli 2020, warga Kabupaten Bekasi khususnya yang tidak mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan BPJS tidak perlu lagi harus menunggu waktu yang lama.

“Daftar hari ini, bisa langsung aktif hari itu juga. Sehingga langsung bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Faskes yang telah bekerjasama. Semoga kedepan tidak lagi ada istilah warga miskin tidak boleh sakit karena semuanya sudah bisa tercover untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucapnya. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *