Pemerintahan

Diperpanjang! Masa Belajar di Rumah Digabungkan dengan Libur Ramadan

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memerpanjang masa belajar di rumah bagi para pelajar terkait pandemi covid-19. Belajar di rumah yang semula ditetapkan hingga 11 April 2020, kini diperpanjang hingga 22 April 2020.

Kemudian masa belajar di rumah ini akan dilanjutkan dengan libur awal ramadan yang dimulai 23 April sampai 2 Mei. Ini berarti anak-anak bakal “libur sekolah” setidaknya hingga pekan kedua bulan puasa.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bekasi nomor 420/SE-37/DISDIK/2020 tentang Perpanjangan Waktu Belajar di Rumah dan Libur Awal Ramadan pada Masa Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bekasi. Surat bertandatangan Bupati Eka Supria Atmaja ini diterbitkan Kamis (9/4/2020).

Eka mengatakan, keputusan ini telah melalui berbagai pertimbangan, di antaranya anjuan badan otoritas kesehatan dunia (WHO) dan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Juga karena sesuai kalender pendidikan ada libur awal ramadan, maka masa belajar di rumah disambung dengan libur awal ramadan,” ucap Eka, Jumat (10/4/2020).

Pertimbangan lainnya, kata Eka, keputusan ini didasari situasi darurat atas meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Bekasi.

“Kemudian ini pun untuk mendukung rencana penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berkenaan dengan masa darurat,” ucap Eka.

Eka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera menetapkan pengaturan lebih lanjut terkait kebijakan ini dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan dikeluarkannya surat edaran ini dia berharap dapat menjadi perhatian bagi segenap pelaku dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi sehingga dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

“Surat ini ditujukan bagi pengawas dan penilik sekolah, kepala PAUD negeri dan swasta, kepala SD negeri dan swasta, kepala SMP/MTS negeri dan swasta, serta kepala pendidikan lembaga non formal untuk disampaikan ke anak didiknya,” kata dia.

Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id hingga Jumat (10/4/2020) kasus positif Covid-19 mencapai 37 kasus dengan rincian enam meninggal dunia, enam sembuh, dan 25 masih menjalani penanganan intensif di sejumlah rumah sakit.

Kemudian 315 orang berstatus pasien dalam pengawasan serta 1.386 lainnya berstatus orang dalam pemantauan dimana 701 orang di antaranya telah selesai dipantau. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *