Pemerintahan

Pemkab Bekasi Siapkan Bantuan Pangan Rp 203.000 bagi Warga Terdampak Covid-19

CIKARANG, ilookbekasi.id

Warga Kabupaten Bekasi yang terdampak pandemi covid-19 akan mendapatkan bantuan senilai Rp 203.000 dalam bentuk paket makanan. Bantuan ini difokuskan bagi pekerja non formal dan pendapatan berkurang lantaran wabah ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid usai menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi. Total anggaran untuk bantuan pangan ini mencapai Rp 19 miliar.

“Ini sekarang sedang didata melalui kecamatan dengan sistem by name by addres. Setelah disetujui dewan, bantuan ini diharapkan dapat segera diterima warga yang membutuhkan,” kata Abdillah, Selasa (7/4/2020).

Mereka yang masuk dalam golongan penerima bantuan yakni warga yang terdampak covid19, utamanya sektor informal. Dalam rapat bersama dewan itu, mereka yang menerima bantuan di antaranya ojeg pangkalan dan daring, pedagang asongan dan keliling, buruh harian lepas dan tukan bangunan serta pelaku usaha mikro dan kecil. Pemerintah Kabupaten Bekasi pun mencantumkan para penyandang masalah kesejahteran sosial sebagai penerima bantuan.

“Masing-masing orang diberikan satu paket yang nilainya sebesar Rp 203.000. Paket itu akan terdiri dari sarden kaleng, telur, mie instan, minyak goreng, air mineral dan beras. Ini sebagai bagian dari penanggulangan pesoalan covid-19 di Kabupaten Bekasi,” ucap dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Samuel Maruli Habeahan mendukung rencana yang diajukan Pemkab Bekasi. Menurut dia, langkah tersebut dapat dirasakan langsung oleh warga. “Tapi targetnya harus tepat sasaran. Hanya bagi mereka yang sangat terdampak. Karena kan anggaran yang diajukan pun tidak sedikit,” ucap dia.

Selain pemberian bantuan pangan, terdapat beberapa program penanganan covid-19 yang diajukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengajukan penambahan anggaran Rp 150 miliar untuk pengadaan alat pelindung diri. Anggaran tersebut pun digunakan untuk pengadaan cairan disinfektan dan hand sanitizer.

Penambahan anggaran ini juga dialokasikan bagi insentif tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit swasta. “Dalam laporan Dinas Kesehatan kini seluruh rumah sakit swasta sudah masuk ke dalam RS darurat covid-19,” ucap Samuel.

Selanjutnya anggaran itu pun digunakan untuk membiayai pengobatan pasien covid-19, baik yang telah dinyatakan positif, pasien dalam pengawasan maupun orang dalam pemantauan. “Seluruh anggaran ini sebagai perkiraan untuk memenuhi kebutuhan hingga 29 Mei 2020,” ujar dia. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *