Pemerintahan

Dukung Program Jokowi, Seluruh BUMDes Bekasi Beroperasi

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan seluruh badan usaha milik desa (BUMDes) aktif dalam dunia usaha. Bahkan, badan usaha yang dikelola pemerintah desa ini terus mengalami perkembangan.

“Saat ini jumlah BUMDes itu ada 120 dari 180 desa yang ada di Kabupaten Bekasi, seluruhnya beroperasi hingga kini. Usahanya berjalan. Sekarang bahkan beberapa sudah masuk pada tahapan berkembang,” ucap Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Hari Ubayana, Kamis (12/12/2019).

Kepastian operasional BUMDes ini berkaitan dengan peringatan Presiden Joko Widodo yang menyebut ribuan BUMDes tidak beroperasi. Alhasil, kucuran dana desa pun tidak sepenuhnya mampu membuat desa mandiri dengan badan usahanya.

Namun begitu, Hari mengatakan, kondisi tersebut tidak terjadi di Kabupaten Bekasi. Kendati belum seluruh desa memiliki BUMDes, tetapi BUMDes saat ini masih tetap beroperasi walaupun dalam masih tahap pemula.

“Kami di Kabupaten Bekasi tidak memaksakan seluruh desa untuk membuat BUMDes. Kami hanya membantu membangun kesadaran atau minat dari desa untuk membangun badan usahanya. Maka yang 120 BUMDes ini dibuat atas kesadaran sendiri sehingga hingga kini mampu bertahan, tetap beroperasi,” ucap dia.

Tenaga ahli pengembangan ekonomi desa untuk Kabupaten Bekasi pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Neneng Hasanah mengatakan, pengembangan BUMDes di Kabupaten Bekasi menunjukkan progres positif.

Dalam dua tahun terakhir, BUMDes mulai dapat mengembangkan potensi desanya yang kemudian mampu dikelola dalam bidang usaha. Beberapa BUMDes bahkan telah meningkat menjadi tahap berkembang karena sektor usahanya yang berhasil menembus pasar.

Salah satu BUMDes yang terbilang sukses yakni BUMDes Simpangan Kecamatan Cikarang Utara. BUMDes ini bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan pokok dengan memasok ke berbagai toko hingga warung kecil.

“Jadi potensi ini mereka gali dan kini menjadi salah satu BUMDes terbesar. Berdasarkan laporan keuangan yang kami terima, omset mereka sudah menembus Rp 800 juta per tahun,” ucap Neneng. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *