Pemerintahan

Dinas Kesehatan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Perubahan Perilaku Seks

CIKARANG, ilookbekasi.id

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengimbau para istri untuk mewaspadai perubahan orientasi seksi yang terjadi pada suami. Hal itu berkaitan dengan meningkatkanya jumlah penyimpangan seksual para pecinta sesama jenis.

Kepala Dinas Kesehatan, Sri Enny mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya menekan kasus HIV dan AIDS di antaranya pengembangan layanan konseling dan tes HIV sukarela, sosialisasi pada populasi Risti, dan pengembangan layanan perawatan dukungan pengobatan.

Selai itu, dilakukan juga sosialisasi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan murid di sekolah, serta pemeriksaan viraload dan CD4 bagi para orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“HIV dan AIDS berbeda, HIV itu virusnya sedangkan AIDS bisa dibilang stadium akhir dari infeksi virus HIV di mana kemampuan tubuh untuk melawan berbagai infeksi sudah hilang sepenuhnya. Kami berharap yang positif HIV tetap bisa maksimal menjalankan kehidupan. Dan yang paling penting rutin memeriksakan diri agar rantai penularan bisa dihentikan,” kata dia.

Perilaku sesama jenis, terutama para laki-laki telah membuat mereka menjadi ‘penyumbang kasus penularan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

“Ini yang harus menjadi kewaspadaan juga bagi para istri. Ini harus jadi aware buat para istri karena ternyata banyak suami punya pasangan sesama jenis di Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana.

Kewaspadaan ini karena istri menjadi salah satu pihak yang terdekat dengan suami. Tidak hanya itu, istri pun menjadi pihak yang paling rentan tertular dari praktik homoseksual yang dilakukan suami dengan pasangannya.

“Karena kan istri ini yang secara halal berhubungan dengan suami. Namun, jika suami yang justru mengidap kelainan, tentu yang menjadi rentan yakni istri,” ucap dia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Irfan, tidak ada hal yang mencolok dari pria pecinta sesama jenis ini. Mereka terlihat seperti pria normal. Tetapi, kejanggalan dapat ditemukan saat mereka memeriksakan kesehatannya. “Medis akan mengetahui kecenderungan orientasi seksual pasien tersebut, terlebih dari diagnosa yang dilakukan,” ucap dia.

Irfan mengatakan, para istri dapat mewaspadai perubahan sikap suami. Dalam beberapa kasus, perubahan itu terjadi ketika suami telah mulai mengurangi perhatian pada istri, begitupun dalam hubungan suami istri. “Kuncinya tingkatkan perhatian istri dan beri pendampingan hingga suami bersedia memeriksakan kondisinya,” ucap dia. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *