Pemerintahan

Komisi IV Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

CIKARANG, ilookbekasi.id

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan itu akan dilakukan mulai dari terpenuhinya standar nasional pendidikan hingga memastikan fasilitas sekolah memadai.

Kebutuhan dasar berupa gedung sekolah yang layak menjadi salah satu prioritas. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV, Ahmad Zamroni.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, persoalan pendidikan kerap menjadi keluhan masyarakat. Untuk itu, keluhan tersebut harus dijawab dengan solusi yang terealisasi.

“Jelas memang ada hal dari dunia pendidikan ini yang harus dibenahi di Kabupaten Bekasi. Ini salah satu yang sering dikeluhkan oleh warga. Kemudian saat dikonfirmasi ke dinas terkait, kondisinya memang demikian,” kata dia, Jumat (29/11/2019).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Sebanyak 715 ruang kelas di sekolah dasar dan menengah pertama tidak memiliki bangku dan kursi. Banyaknya jumlah ruang kelas ini menjadi persoalan klasik yang sayangnya tidak pernah ditangani dengan tuntas.

Jika merunut pada Standar Nasional Pendidikan, yakni 28 siswa per rombongan belajar, berarti ada sekitar 17.160 siswa yang terpaksa harus belajar di lantai akibat tidak tersedianya bangku dan kursi. Kondisi ini berbeda terbalik dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi yang memprioritaskan dunia pendidikan.

Jumlah ruang kelas tanpa bangku dan kursi ini menjadi salah satu yang turut dibahas dalam berbagai rapat yang digelar Komisi IV bersama dinas terkait.

Dari hasil pembahasan, keterbatasan anggaran rupanya tidak hanya menjadi persoalan dari banyaknya ruang kelas tanpa bangku dan kursi ini. Namun, kurangnya koordinasi antara dinas yang membuat pengadaan kursi dan bangku terbengkalai.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, selaku dinas teknis yang bertugas membangun, termasuk sekolah, berpendapat jika kursi dan bangku menjadi kewenanga Dinas Pendidikan. Sebaliknya Dinas Pendidikan menganggap pengadaan kursi dan bangku sepaket dengan pembangunan ruang kelas yang dilaksanakan Dinas PUPR.

“Ruang kelas baru banyak dibangun tapi ternyata tidak ada bangkunya. Maka sebelum minta anggaran, kami minta ini dibereskan dulu,” ucap dia.

Dia memastikan komitmenya untuk memajukan sektor pendidikan. “Pendidikan itu menjadi modal awal suatu bangsa. Tingginya anggaran pendidikan merupakan investasi bagi kemajuan bangsa ke depannya. Maka komitmen akan pendidikan itu begitu penting,” ucap dia. (adv)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *