Olahraga

Dugaan Pengaturan Skor Persikasi: “Praktik Pengurus Lama, Pemain Jadi Korban”

CIKARANG, ilookbekasi.id

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia – Kabupaten Bekasi (Persikasi) tersangkut kasus pengaturan skor. Satgas Anti Mafia Bola total enam pihak dalam kasus match fixing yang diduga terjadi dalam pertandingan babak semi final Liga 3 Jawa Barat menghadapi Perses Sumedang.

Keenam pihak tersebut di antaranya DSP yang bertindak sebagai wasit utama, DS (Komisi Penugasan Wasit Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat), SHB (manajer tim Persikasi) serta HR dan BTR (manajemen tim). Satgas pun menangkap MR yang diduga sebagai perantara.

BACA JUGA : Satgas Mafia Bola Tangkap Tiga Manajemen Persikasi, Diduga Match Fixing

Humas Persikasi, Heru Budian Timor membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, ketiga nama yang ditangkap itu sudah bukan lagi pengurus Persikasi. Terhitung sejak 2 September 2019, Persikasi melakukan perombakan terhadap beberapa posisi.

“Kami tidak menyangkal jika itu pengurus Persikasi tapi perlu dicatat itu merupakan pengurus pada kepengurusan yang lama. Yang sekarang, mereka di luar struktur utama. Jadi kami nyatakan itu sebagai oknum,” ucap dia, Selasa (26/11/2019).

Secara organisasi, lanjut dia, Persikasi menyampaikan keprihatinannya akan hal tersebut. Lebih lanjut, langkah yang dilakukan mereka yang diamankan satgas bukan merupakan keputusan klub.

“Pada prinsipnya kami prihatin atas hal ini. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan,” ucap dia.

Diungkapkan Heru, secara tidak langsung kasus ini memengaruhi para pemain. Apalagi, mereka masih berjuang pada babak lanjutan Liga 3 Pra Nasional.

“Sedikitnya banyak berpengaruh terhadap mental pemain, tapi mudah-mudahan hal ini tidak menjadi problem yang besar. Secara pengurusan ada beberapa bagian yang sudah diposisikan termasuk pelatih bagaimana menge-push pemain agar mentalnya tetap bagus,” ucap dia. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *