Pemerintahan

Pemkab Tata Jalan RE Martadinata Jadi Ikon Kota

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menata Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara. Lokasi yang kerap dilanda kemacetan itu bakal diproyeksikan menjadi ikon baru Kabupaten Bekasi.

Jalan itu pun akan diikutsertakan pada lomba Road Safety Partnership Action (RSPA) tingkat Polda Metro Jaya, dalam rangka ulang tahun lalu lintas tanggal 22 September 2019 mendatang.

“Pemerintah daerah menginginkan jalan tersebut lebih tertata sehingga bisa menjadi ikon Kabupaten Bekasi. Penunjukkan jalan RE Martadinata sebagai lokasi RSPA 2019 tepat sekali,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja usai menghadiri rapat Forum Lalu Lintas yang bertempat di Ruang Rapat Polres Metro Bekasi, Jumat (23/8/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian Polres Metro Bekasi, keberadaan tugu di Jalan RE Martadinata cukup menyulitkan kendaraan-kendaraan besar dan membingungkan pengendara serta penyebrang jalan.

“Justru jika tugu ini menyulitkan kendaraan besar, hal ini tentu saja dapat menghambat semuanya, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas disekitar kawasan SGC, jadi kami tidak keberatan jika harus membongkar tugu yang ada tersebut,” ujarnya.

Terkait pedagang kaki lima lanjut Eka, Pemkab Bekasi juga sudah melakukan sosialisasi dengan para pedagang untuk di relokasi ke Pasar Lama sehingga jalan Sumantri dan jalan RE Martadinata dapat difungsikan dengan maksimal.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi hal ini, dan hal ini juga sesuai dengan slogan Kabupaten Bekasi yang baru, yaitu Bekasi Baru Bekasi Bersih. Semoga kita bisa segera untuk merealisasikan hal ini,” ucapnya.

Diakhir rapat, Eka juga meminta untuk segera dijadwalkan rapat lanjutan untuk membahas koordinasi teknis dari penertiban Jalan RE Martadinata sehingga apa yang sudah direncanakan dapat diselesaikan dengan cepat.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan perlu adanya langkah atau terobosan yang lebih berani terkait penataan lalu lintas Jalan RE Martadinata. Dia menilai keberadaan tugu disekitar simpang SGC menjadi salah satu pemicu terganggunya lalu lintas di ruas jalan itu.

“Keberadaan tugu ini unik, kenapa?  Karena posisinya yang berada tidak di tengah tetapi juga tidak berada di tepi jalan, jadi cukup membingungkan dan kami rasa ini cukup mengganggu lalu lintas,” ucap dia.

Dari hasil kajian Polres Metro Bekasi, selain tugu di simpang SGC sedikitnya ada 8 permasalahan lain yang ada di Jl. RE Martadinata dan harus dibenahi, yakni pelanggaran lalu lintas, angkutan umum yang ‘ngetem’ atau menunggu penumpang, pasar tumpah, jalan rusak, parkir liar, rambu rusak, pedagang kaki lima dan sampah. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *