Pemerintahan

Pembangunan Sekolah Massal Mulai Dilakukan

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pembangunan sarana pendidikan mulai dilakukan. Sedikitnya Rp 249,9 miliar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi 2019 untuk membangun sekolah dan ruang kelas baru secara massal.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, anggaran tersebut difokuskan pada merenovasi ruang kelas yang rusak, membangun ruang kelas baru hingga mendirikan dua unit sekolah baru. Ditargetkan, pembangunan tersebut rampung sebelum akhir tahun.

“Karena anggarannya tahun ini, maka target kami sebelum akhir tahun harus sudah selesai dan diharapkan dapat segera digunakan karena memang kebutuhannya mendesak,” kata Iman, Jumat (19/7/2019).

Diungkapkan Iman, pembangunan sekolah ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya yakni peningkatan infrastruktur sebagai bagian dari kebutuhan dasar.

Dalam perinciannya, anggaran Rp 249,9 miliar itu digunakan untuk merenovasi 298 gedung pendidikan yakni ruang kelas yang rusak, mulai dari kerusakkan ringan hingga berat. Untuk renovasi tersebut disiapkan anggaran mencapai Rp 127,9 miliar. “Untuk tahun ini, fokusnya memang pada renovasi bangunan sekolah yang sudah ada,” ucap dia.

Kemudian, anggaran tersebut digunakan untuk membangun 194 ruang kelas baru dengan alokasi mencapai Rp 86,2 miliar. Iman mengatakan, tahun ini Pemkab Bekasi pun membangun dua sekolah baru dengan anggaran Rp 30 miliar. “Kemudian kami anggarkan pula untuk pengawasan gedung pendidikan Rp4,3 miliar,” katanya.

Ia menuturkan, Dinas PUPR juga mengalokasikan anggaran pembangunan sarana penunjang pendidikan sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan tiga unit sarana penunjang pendidikan.

“Sarana penunjang pendidikan itu seperti sarana olahraga indoor di SMPN 1 Cikarang Selatan, pembangunan perpustakaan di SDN Wanasari 15 dan SDN Sertajaya 04. Perbaikan dan penataan sudah berjalan, dan ada juga yang masih lelang,” ucapnya.

Seperti diketahui, persoalan rusaknya gedung sekolah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bekasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mencatat, pada 2017 lalu jumlah sekolah yang rusak mencapai 5.696 ruang kelas.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.346 ruang di sekolah dasar dan 1.350 ruang di sekolah menengah pertama. Kerusakan itu terbagi dalam empat kategori yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat dan rusak total.

Diakui Iman, kendati pembangunan dilakukan secara menyeluruh, namun jumlah tersebut masih belum bisa menghapus jumlah ruang kelas yang rusak di Kabupaten Bekasi. Untuk itu, perbaikan dan penambahan sarana pendidikan dilakukan secara bertahap hingga anggaran pada tahun 2020.

“Jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan mencapai ratusan, jadi perbaikannya kami lakukan bertahap,” ujarnya. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *