Pemerintahan

Genjot Kinerja Seluruh SKPD, Eka Kebut Serapan Anggaran

CIKARANG, ilookbekasi.id

Bupati Eka Supria Atmaja menegaskan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk bekerja lebih keras. Hal itu dilakukan untuk mengejar target serapan anggaran yang saat ini perlu ditingkatkan.

Eka menyebut, dirinya  sudah menginstrusikan seluruh SKPD untuk memaksimalkan penyerapan anggaran.

“Kami upayakan penyerapan anggaran dipercepat. Ini juga akan kami evaluasi terus, akan kami ikuti terys. Intinya kami ingin penyerapan anggaran maksimal. Saya sudah utarakan unsur pengawasan akan ditingkatkan,” ucap dia, Jumat (21/6/2019).

Seperti diketahui, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi 2019 masih rendah. Dari total belanja Rp 5.934.434.605.773, anggaran yang dapat diserap hingga pekan kedua Juni baru mencapai Rp 1.408.854.951.823 atau hanya 23,74 persen.

“Angka tersebut merupakan hasil data yang kami rangkum pada seluruh satuan kerja perangkat daerah yang ada di Kabupaten Bekasi. Serapan memang belum sesuai dengan target yang dicanangkan di setiap kedinasan,” kata Kepala Sub Bagian Evaluasi Penyerapan Anggaran pada Bagian Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Widi Mulyawan.

Diungkapkan Widi, data tersebut terangkum hingga 17 Juni 2019. Rendahnya serapan anggaran itu terbagi dalam dua jenis penggunaan yakni belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Pada belanja tidak langsung, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 2.845.768.869.119. Dari jumlah tersebut, target penyerapan hingga pekan kedua Juni sebesar Rp 1.477.991.435.799 (51,94 persen). Namun yang terserap Rp 1.029.314.732.235 (36,17 persen).

Kemudian untuk belanja langsung, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 3.088.755.736.654 dengan target serapan hingga pekan kedua Juni sebesar Rp 2.403.363.808.212 atau 77,81 persen. Hanya saja, pada realisasinya anggaran yang terserap hanya Rp 379.540.219.588 atau 12,29 persen.

“Bila dibanding dengan tahun sebelumnya, kondisi ini relatif tidak jauh berbeda. Biasanya serapan anggaran rendah salah satunya dari SKPD yang kurang tepat menetapkan rencana kerja sehingga targetnya tidak tercapai,” ucap dia.

Kendati demikian, kata Widi, serapan anggaran akan maksimal ketika kegiatan sudah dilakukan. (try/pr)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *