Pemerintahan

Rp 25 Miliar buat Jadi Wakil Bupati, Balik Modal Gak Ya?

CIKARANG, ilookbekasi.id

Perebutan menjadi Wakil Bupati Bekasi rupanya tidak murah. Beredar informasi bahwa “tiket” menjadi orang nomor 2 di Kabupaten Bekasi ini mencapai Rp 25 miliar. Kira-kira balik modal gak ya?

Seperti diketahui, Neneng Hasanah Yasin mengajukan pengundurkan diri sebagai bupati. Sesuai aturan, wakil bupati sekaligus Pelaksana Tugas Bupati Eka Supria Atmaja menjadi orang yang paling berhak menggantikan Neneng menjadi bupati definitif.

Baca Juga: Ada “Orderan” Kursi Wakil Bupati pada Pengunduran Diri Neneng

Praktis jabatan wakil bupati pun tidak berpenghuni dan kini tengah ramai diperebutkan. Bahkan harga jabatan pimpinan daerah itu pun bocor ke publik.

Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi, Harun Alrasyid menuturkan, mahar dalam politik bukanlah hal yang baru. Namun ia tidak membenarkan terkait mahar untuk menjadi kepala daerah.

“Mahar ini selalu menjadi penyebab banyaknya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, seharusnya mahar jangan terjadi di Kabupaten Bekasi. Cukuplah yang menimpa Bu Neneng menjadi pelajaran,” ujarnya.

Selain itu, apabila memang benar mahar yang akan dikeluarkan oleh calon wakil bupati sebesar Rp.25 miliar, angka tersebut menurutnya sangatlah tinggi. Nilai tersebut setara dengan kampanye pasangan calon di pilkada.

“Angka tersebut biasanya untuk biaya kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ya kalau menurut saya seharusnya bisa tanpa mahar,” ucapnya.

Baca Juga: 172.412 Warga Kabupaten Bekasi Menganggur

Harun berpendapat, mahar dapat mengikis calon yang mempunyai kemampuan dan kualitas dalam memimpin suatu daerah.

“Jadi esiensi kepala daerah itu jangan dari mahar melainkan dari kapasitas dan kapabilitas seorang pemimpin,” ujarnya.

Baca Juga: Golkar Sebut Jadi Wakil Bupati Tidak Gratis, Segini Harganya!

Jangan sampai dengan adanya mahar politik, calon yang memimpin itu tidak lagi berpikir bagaimana membangun daerahnya, melainkan bagaimana mengembalikan modal yang dikeluarkan.

“Jadi nanti berpikirnya bagaimana cara mengembalikan uang yang telah dikeluarkan, balik modal. Jika sudah seperti itu, jangan harap suatu daerah bakal maju,” ucapnya. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *