Pemerintahan

Dedi Mulyadi Minta Fokus Pemulihan Pemerintahan, Bukan Ribut Nyari Wakil Bupati

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pengajuan surat pengunduran diri Bupati non aktif Neneng Hasanah Yasin harusnya jadi momentum seluruh pihak untuk memulihkan roda pembangunan demi menunjang pembangunan. Namun, di sisi lain, pengunduran diri itu justru dijadikan peluang menduduki kursi wakil bupati.

Berdasarkan pantauan di lini masa, pasca pengajuan surat pengunduran diri bupati, kursi wakil bupati mulai diperbincangkan.

Baca Juga: Neneng Ajukan Surat Pengunduran Diri, Tapi Janggal!

Sejumlah kader partai yang menaungi Neneng, Partai Golkar, pun justru memunculkan beberapa nama, mulai dari Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar hingga anggotanya, Novy Yasin yang tidak lain adik kandung Neneng.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, persoalan siapa bakal menjadi wakil bupati tidak lagi dibahas. Fokus utama saat ini yakni bagaimana mengembalikan roda pemerintahan berjalan normal.

“Bukan malah mencari siapa yang nanti jadi wakil bupati. Sekarang bagaimana surat pengunduran diri ini dibahas, kemudian diparipurnakan lalu dilaporkan pada menteri melalui gubernur. Ini dulu yang dilakukan,” kata dia saat dihubungi, Rabu (20/2/2019).

Lebih jauh, kata Dedi, pemilihan nama wakil bupati tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Soalnya, Partai Golkar tengah difokuskan pada pemilihan legislatif dan pemenangan pemilihan presiden. Maka dipastikan penentuan wakil bupati dilakukan usai pemilihan umum.

“Jadi fokus dulu di pileg dan pilpres baru berbicara siapa wakil bupati. Jangan dulu ribut wakilnya, bereskan dulu pengunduran diri ini dan benahi roda pemerintahan,” kata dia.

Baca Juga: Ada “Orderan” Kursi Wakil Bupati pada Pengunduran Diri Neneng

Seperti diketahui, jabatan Neneng tidak aktif pasca ditahan KPK dalam kasus suap Meikarta. Jika Neneng mengundurkan diri, Wakil Bupati sekaligus Pelaksana Tugas Bupati Eka Supria Atmaja praktis menjadi bupati definitif. Lalu, posisi wakil bupati pun kosong dan kini mulai diperebutkan.

Perebutan siapa yang menjadi kandidat wakil bupati mulai diperbincangkan. Salah satunya dibuka oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Budiarta, melalui media sosial.

Saat dikonfirmasi, Budiarta mengungkapkan, nama yang disebutkan merupakan bagian dinamika yang tidak bisa dipungkiri. “Namanya dinamika tidak bisa kita pungkiri. Yang namanya Pak Eka sudah jadi bupati, wajar siapa yang jadi wakil bupati, jadi sorotan,” kata dia. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *