Pemerintahan

Kendalikan Pertumbuhan Penduduk, 23 Kampung KB Siap Dibentuk

CIKARANG, ilookbekasi.id

Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) di 23 kecamatan. Melalui Kampung KB, laju pertumbuhan penduduk diyakini bakal lebih terkendali.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi, Encep, S. Jaya mengatakan angka kelahiran kian meningkat di Kabupaten Bekasi. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk.

Berdasarkan pendataan keluarga yang dilakukan DPPKB Kabupaten Bekasi, jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi di tahun 2017 berjumlah 3.026.832 jiwa dan naik sebesar 1,03% di tahun 2018 menjadi 3.124.382 jiwa.

“Pada gilirannya, meningkatnya laju pertumbuhan penduduk ini juga akan meningkatkan kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, pangan, papan, pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya, Jumat (7/3/2019).

Kondisi ini, kata Encep, dapat memunculkan berbagai permasalahan sosial seperti pengangguran terbuka, traficking, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pada akhirnya akan meningkatkan beban pembangunan.

“Oleh karenanya DPPKB terus berupaya untuk menahan LPP ini melalui beberapa program Keluarga Berencana seperti membentuk Kampung KB dan mengangkat 187 Tenaga Penggerak Desa (TPD) yang akan membantu program DPPKB ke masyarakat di setiap desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Kampung KB, kata Encep, merupakan salah satu program Presiden RI Joko Widodo. Program ini masih dalam ketiga dan kelima, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

“Di tahun 2018 lalu Pemkab Bekasi telah membentuk 6 Kampung KB dan diharapkan di tahun 2022 nanti Kampung KB dapat terbentuk diseluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi. Rencana pembentukan Kampung KB ini tentunya sudah diperkuat dengan Surat Keputusan Bupati dan Surat Edaran Bupati Bekasi yang dikeluarkan beberapa waktu lalu tentang penguatan keberadaan Kampung KB di Kabupaten Bekasi,” kata Encep.

Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bekasi, Carwinda beraharap program pengendalian penduduk dan keluarga berencana dapat memberikan kontribusi terhadap upaya Pemkab Bekasi dalam mencapai IPM yang lebih baik lagi di masa depan sebagaimana yang telah dicita-citakan bersama. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *