BisnisPemerintahanPeristiwa

Warga Cibatu Kebanjiran Gara-gara Meikarta Tutup Saluran Daerah Irigasi, Disengaja?

CIKARANG, ilookbekasi.id

Warga RT 11/06 Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi mengeluhkan banjir di Meikarta yang masuk hingga ke rumah mereka. Belakangan, banjir terus terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Bekasi.

Heru (42), mengaku khawatir setiap kali hujan turun. Soalnya, dalam beberapa waktu terakhir, derasnya hujan membuat saluran air yang seharusnya mengalir justru terhambat hingga meluap ke rumahnya.

“Kalau dulu enggak, tapi sekarang-sekarang justru kalau hujan banjir. Hujan biasanya di jalan depan tapi kalau sudah makin tinggi masuk ke rumah,” kata Heru.

Baca Juga: 185 Pejabat Pemkab Bekasi Tak Setor LHKPN, Takut?

Heru berdomisili di Kampung Cibatu, pemukiman yang berada di seberang Central Park Meikarta. Jika hujan turun, taman raksasa ini menjadi lokasi yang kerap tergenang. “Bukan cuma banjir, tapi airnya juga lumayan deras,” kata dia.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir menyatakan, dari hasil pemetaan, banjir disebabkan karena daerah irigasi yang harusnya terbuka justru ditutup. Penutupan dilakukan karena lokasi tersebut dijadikan daerah komersil.

Saluran terbuka berada tepat di depan tulisan Meikarta di central park. Saluran yang ditutup yakni daerah irigasi Cipegadungan yang pengelolaannya di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

“Jadi saluran itu harusnya terbuka, itu jadi saluran yang mengalirkan air ke sungai di dekat Stadion Wibawa Mukti. Ketentuannya itu saluran harus terbuka tapi justru ditutup yang kini dijadikan jalan,” kata dia.

“Memang dibuatkan saluran di bawah jalan namun ukurannya tidak sesuai. Tidak mampu menampung debit air yang besar akhirnya meluap ke central park dan berbalik juga ke rumah warga,” ucapnya, melanjutkan.

Baca Juga: LEBIH PARAH! Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Tak Lapor LHKPN

Diungkapkan Chaidir, persoalan penutupan daerah irigasinya ini telah dikomunikasikan pada pihak Lippo maupun Meikarta. Mereka berjanji akan melebaran saluran air tersebut namun janji itu tak kunjung ditepati.

“Jadi saya tanya ke rekan yang dulu di sini (Dinas PUPR) katanya sudah dikomunikasikan secara lisan, katanya mereka bakal memperlebar salurannya tapi sekarang masih belum makanya terus-terusan banjir,” ucap dia.

Lebih jauh, kata Chaidir, persoalan ini akan dilaporkan ke Plt Kepala Dinas PUPR Slamet Supriadi untuk ditindaklanjuti.

“Harusnya memang ada penegasan. Makanya saya akan lapor ke pimpinan agar selanjutnya seperti apa, dipanggil pihak merekanya atau bagaimana,” ucap dia. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *