Olahraga

Pimpin Askab PSSI Bekasi, Hamun Ogah Berprestasi dari Pemain Beli

CIKARANG,  ilookbekasi.id

Hamun Sutisna terpilih sebagai Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Bekasi. Hamun terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Komplek Stadion Wibawa Mukti Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Selasa (15/1/2019) sore.

Dalam keterpilihannya, Hamun menegaskan bakal melakukan perombakan terutama pada pembinaan pemain muda. Hanum pun menegaskan dirinya tidak setuju dengan akitivitas jual beli pemain.

“Akan lebih jika kita berprestasi atas atlet sendiri. Maka pembinaan usia muda berjenjang menjadi hal utama saya nanti. Saya akan siapkan kompetisi dari setiap kategori umur yang nantinya dapat menghasilkan pemain berkualitas hingga berbuah prestasi yang membanggakan,” ucap dia.

Diungkapan Hamun, Kabupaten Bekasi sebenarnya memiliki potensi pemain sepak bola hebat. Hal itu terbukti dari sejumlah nama yang bermain di Liga 1 berasal dari Kabupaten Bekasi.

“Ada 8-9 pemain di Liga 1 itu putra Kabupaten Bekasi, itu membuktikan potensi itu ada. Belum lagi kita punya lebih dari 1 juta penduduk laki-laki, masa tidak bisa membuahkan 20 orang saja sebagai pemain hebat,” ujar dia.

Hamun terpilih dengan visinya yakni terwujudnya Askab PSSI Bekasi yang bersinergi dan berprestasi. Visi itu kemudian dijabarkan dalam lima misi yakni (1) perbaikan kompetisi sebagai industri olah raga di semua level usia; (2) menjadikan Askab sebagai rumah bersama bagi persepakbolaan Kabupaten Bekasi.

Kemudian, (3) peningkatan kualitas dan prestasi sepak bola di Kabupaten Bekasi; (4) meningkatkan sarana dan prasarana yang mumpuni dan berkualitas; (5) Askab sebagai industri yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

Sementara itu, Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Romli  berharap Ketua Askab Bekasi terpilih, Hamun Sutisna, segera melaksanakan program-program yang dicanangkan.

Menurut dia, Hamun harus bisa menjawab tantangan yakni dengan merealisasikan program di saat anggaran belum diterima.

“Kan sebenarnya kalau menyusun rencana program itu di atas kertas, tinggal bagaimana merealisasikannya. Terlebih di saat sekarang, ketika anggaran belum turun. Tapi bukan berarti program tidak berjalan, pemimpin harus bisa mengatasinya. Maka dari itu, mari bersama-sama memajukan sepak bola Bekasi,” kata dia.

Dalam kongres, sebenarnya Hamun bersaing dengan kandidat lainnya, yakni Aang Sutrisna yang memiliki latar belakang sebagai pelatih di sekolah sepakbola. Hanya saja, di tengah kongres Aang memilih mundur dari pencalonan. Alhasil, Hamun pun terpilih tanpa dilakukan pemungutan suara.

“Iya, Aang mengundurkan diri, dengan demikian, calon hanya satu. Sebelumnya Hamun dan Aang lolos pada verifikasi calon 10 Januari 2019 lalu. Keduanya, sudah memenuhi persyaratan dalam pencalonan,” kata Sekretaris KLB, Suryadi.

Meski mundur, sesuai format kepengurusan, keduanya tetap menjadi pimpinan Askab PSSI Bekasi sebagai ketua dan wakil ketua. “Jadi tidak ada penyusunan pengurus lagi. Nanti, ketua terpilih dan pengurus akan menyusun program besama exco terpilih untuk menggulirkan dan menjalankan kepengurusan,” ujarnya. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *