BisnisOlahraga

Sambut Asean Games, BPJS Kesehatan Cikarang Gelar Senam Kolosal

CIKARANG, ilookbekasi.id –

Dalam rangka menyambut Asian Games XVIII BPJS Kesehatan Cabang Cikarang menggelar Senam Sehat Kolosal bersama ratusan peserta, petugas fasilitas kesehatan serta para mitra. Selain itu, kegiatan senam pun digelar untuk HUT BPJS Kesehatan yang ke-50.

Tidak hanya di Cikarang, kegiatan ini digelar serentak secara nasional dengan total peserta mencapai 18.818 orang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cikarang Nur Indah Yuliaty dalam keterangan pers yang diterima ilookbekasi.id.

Hidup sehat itu mudah dan murah. Hal tersebut senantiasa digaungkan oleh BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat modern.

“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat sehari-hari, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif yang dilakukan agar masyarakat tetap sehat,” kata dia, melanjutkan.

Dengan mengajak masyarakat membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat, dampak jangka panjangnya, di antaranya dapat menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.

Menurut Nur Indah, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun atau 21,8% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan.

Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas penduduknya. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Fachmi.

Sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.322 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik. (try)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *